Saudaraku di Ujung Maut

April 28th, 2009 § 2 Comments

Sejenak terhanyut akan tangisan mereka…

Bumi tiada akan pernah tidur

Seperti Tuhanmu yang selalu membaur

Membaur terpati dalam pribadi setiap insan

Yang tidak akan pernah rela saudaranya meneteskan tangisan

Saudaraku, sabarlah…

Aku akan datang untukmu

Aku akan datang membawa segenap dzikirku untukmu

Diiringi ridha Allah yang tak akan pernah henti untukmu

Saudaraku, berdoalah…

Berdoalah untuk setiap hatimu

Untuk setiap hatimu yang selalu kau sembahkan kepada sang pencipta

Niscaya itulah hal yang terbaik yang pernah ada untukmu saat ini

Saudaraku, ingatlah…

Allah tidak akan pernah tidur mendengar doa-doa orang yang terdzalimi

Allah tidak akan pernah berhenti mengutuk orang-orang yang mendzalimimu

Dan Tuhanmu lah yang akan selalu menyayangi umatnya tatkala hidupmu adalah ingatannya

Hei zionis yahudi…

Ketika kau mengikiskan darah saudaraku

Maka darahmulah yang akan terkikis di akhirat nanti

Ketika kau mengambil tawa dan kebahagiaan saudaraku

maka hal yang sama pun akan terjadi padamu di akhirat nanti

Itulah janji Tuhanku yang tiada dusta

Ketika cinta telah mati

adakah rasamu di hati saudaraku ?

Advertisement

§ 2 Responses to Saudaraku di Ujung Maut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Saudaraku di Ujung Maut at Canrakerta's Weblog.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.